Materi Array
Array 1D dan Array 2D
Definisi Array
Array adalah kumplan elemen bertipe sama yang disimpan berurutan dalam memori
Analogi Array
Array seperti deretan loker atau rak buku, tiap posisi menyimpan satu item.
Visualisasi memori array
indeks dimulai dari 0 hingga n-1. misal n=5
Deklarasi Array 1D
Sintaks:
Tipe_data nama_data[jumlah_data];
int nilai[5];
Inisialisasi array 1D
int nilai[5]= {80,75,90.85,100};
atau dilosongkan
int nilai[]={80,75,90.85,100};
bisa 5 keatas, tapi tidak bisa 4 ke bawah
Akses elemen array 1D
Sintaks:nama_data[indek_data];
cout << nilai[2];// menampilkan 90
Perulangan Array 1D
for(int i=0;i<5;i++) cout <<nilai[i] <<" ";
Program Lengkap Array 1D
Input nilai mahasiswa dan hitung rata-rata.
• Masukan jumlah Mahasiswa
• Ambil nilai lalu jumlahkan dengan looping sesuai jumlah Mahasiswa
• Hitung rata-rata
• Cetak rata-rata
Operasi Dasar Array 1D
• Mencari rata-rata
• Mencari nilai maksimum/minimum.
• Mengurut data
• Mencari data
Pengantar Array 2D
• Array 2D memiliki baris dan kolom, seperti tabel.
Visualisasi Array 2D
• Baris dan kolom membentuk tabel data.
Deklarasi Array 2D
Sintaks:
• Tipe_data nama_data[jumlah_baris][jumlah_kolom];
• int matriks[3][4];
Inisialisasi Array 2D
• int matriks[2][3] = {{1,2,3},{4,5,6}};
Akses Elemen Array 2D
• cout << matriks[1][2];
Loop Bersarang Array 2D
• for(i) for(j) cout << matriks[i][j];
Perbandingan 1D vs 2D
• Array 1D untuk daftar data, Array 2D untuk tabel.
Kesalahan Umum
• Indeks di luar batas, inisialisasi salah.
Refleksi Pembelajaran
• Bagaimana array membantu memecahkan masalah?
Rubrik Penilaian
• Deklarasi: 20%, Logika: 25%, Output: 15%, Dokumentasi: 10%, dll.
Kesimpulan
• Array memudahkan pengolahan data berjumlah besar.
Array adalah kumplan elemen bertipe sama yang disimpan berurutan dalam memori
Analogi Array
Array seperti deretan loker atau rak buku, tiap posisi menyimpan satu item.
Visualisasi memori array
indeks dimulai dari 0 hingga n-1. misal n=5
Deklarasi Array 1D
Sintaks:
Tipe_data nama_data[jumlah_data];
int nilai[5];
Inisialisasi array 1D
int nilai[5]= {80,75,90.85,100};
atau dilosongkan
int nilai[]={80,75,90.85,100};
bisa 5 keatas, tapi tidak bisa 4 ke bawah
Akses elemen array 1D
Sintaks:nama_data[indek_data];
cout << nilai[2];// menampilkan 90
Perulangan Array 1D
for(int i=0;i<5;i++) cout <<nilai[i] <<" ";
Program Lengkap Array 1D
Input nilai mahasiswa dan hitung rata-rata.
• Masukan jumlah Mahasiswa
• Ambil nilai lalu jumlahkan dengan looping sesuai jumlah Mahasiswa
• Hitung rata-rata
• Cetak rata-rata
Operasi Dasar Array 1D
• Mencari rata-rata
• Mencari nilai maksimum/minimum.
• Mengurut data
• Mencari data
Pengantar Array 2D
• Array 2D memiliki baris dan kolom, seperti tabel.
Visualisasi Array 2D
• Baris dan kolom membentuk tabel data.
Deklarasi Array 2D
Sintaks:
• Tipe_data nama_data[jumlah_baris][jumlah_kolom];
• int matriks[3][4];
Inisialisasi Array 2D
• int matriks[2][3] = {{1,2,3},{4,5,6}};
Akses Elemen Array 2D
• cout << matriks[1][2];
Loop Bersarang Array 2D
• for(i) for(j) cout << matriks[i][j];
Perbandingan 1D vs 2D
• Array 1D untuk daftar data, Array 2D untuk tabel.
Kesalahan Umum
• Indeks di luar batas, inisialisasi salah.
Refleksi Pembelajaran
• Bagaimana array membantu memecahkan masalah?
Rubrik Penilaian
• Deklarasi: 20%, Logika: 25%, Output: 15%, Dokumentasi: 10%, dll.
Kesimpulan
• Array memudahkan pengolahan data berjumlah besar.
Komentar
Posting Komentar